• slide
  • slide

Air Sumber Hidup

Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan dalam Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.
(Yoh 7:38)

Prayer

Prayer is not asking. Prayer is putting in the hands of God, at His disposition, and listening to his voice in the depth of our hearts.
(Mother Teresa)

Credo Ilahi

“Perjuangkan & menangkan pencobaan & kesusahanmu bersamaNya. Semua cuma simulasi yang harus disublimasi.”
(Matius. PS)


beberapa buku ilahi yang dapat mengubah hidup anda

Beberapa karya ilahi yang sudah dapat Anda nikmati, ialah beberapa buku keilahian yang telah terbit :


SUDAH BEREDAR !!!

# Dapat Anda beli di toko-toko buku, buku yang dinanti-nanti setiap hati nurani dan roh manusia! Pasti juga buat roh Anda!

Sinobsisnya berisi sebagai berikut:

Bab Satu: SADAR JATI DIRI

Menyadarkan rekan-rekan manusia terkasih bahwa kita memang manusia, bukan binatang atau keturunan binatang, yang pantas disebut makhluk ciptaan Allah yang mulia, beradab dan beribadah. Manusia memiliki roh, sedangkan tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak memiliki roh karena hanya sebagai sarana bagi umat manusia untuk belajar pengetahuan yang baik dan pengetahuan yang jahat (kita dapat melihat berbagai jenis tumbuhan dan berbagai hewan dengan sifat dan perilakunya). Sadar manusia mencerahkan setiap manusia agar sungguh-sungguh mencari Penciptanya, takut dan taat kepada-Nya siapapun manusia tersebut, karena dihadapan Allah setiap manusia sama (berkaum apapun, bersuku/budaya apapun, berbangsa/bahasa apapun, beragama apapun). Kesuksesan hidup setiap manusia (vertikal dan horizontal) mudah diraih jika dimulai dari sadar manusia. Memahami dan menerapkannya.

1. Sadar Harkat Manusia

Menyajikan tentang hakikat manusia, tentang diri kita. Ternyata diantara umat manusia selalu ada: manusia binatang, manusia Allah, manusia iblis. Penting untuk mawas diri siapakah sesungguhnya diri kita, dari antara ketiga kriteria tersebut. Juga dihaturkan tentang sulitnya sadar harkat manusia, penyebabnya: tubuh alamiah yang lemah, teracuni apsintus, karakter-karakter buruk dan kenajisan-kenajisan, kekuatan metafisis, puas diri setengah manusia. Padahal, setiap manusia memiliki roh yang kekal, yang rindu pulang ke Sorga Kekal. Sadar harkat manusia adalah langkah pertama untuk berjuang menuju ke sana, menghindarkan rohnya dari nasib buruk, menghuni Alam Maut dan Neraka Kekal.

2. Sisipan 1: Sehari Keliling Bumi

Bumi yang fana tempat tubuh, jiwa dan roh kita hidup diciptakan luar biasa oleh Allah. Bulatan bumi yang beraneka dihuni oleh makhluk manusia, selain makhluk-makhluk hidup lainnya.

Pernahkah Anda berpikir, mengapa Anda dilahirkan dan dibesarkan di tempat Anda? Mengapa orangtua Anda, bahkan kakek moyang memilihnya disana? Mengapa bukan di tempat lain? Mengapa tidak memilih kehidupan di Gurun Sahara yang menyengsarakan tubuh alamiah Anda? Setetes air lebih berharga dibanding sebutir mutiara? Atau di kutub, dengan suhu rata-rata -6°C sampai -12°C, setiap saat cuaca buruk mengintai nyawa mereka, berburu ikan paus yang penuh resiko? Atau manusia kepulauan, yang “terisolir” dari dunia luar, yang miskin, yang berprofesi sebagai nelayan yang penuh resiko (badai, ombak besar dan sebagainya). Atau manusia-manusia hutan, yang nomaden, yang hidup dalam aneka bahaya (penyakit, binatang buas dan sebagainya). Atau di savana, padang rumput yang luas yang panas dan gersang, menjadi cowboy yang berbau lumpur dan kotoran ternak. Atau manusia-manusia sungai, yang kenyang ikan dan kenyang banjir yang meluluhlantakkan perahu-perahu yang menjadi harta dan rumah mereka, belum lagi aneka penyakit sungai yang membutakan bahkan mematikan (si lalat hitam, cacing bilharzia dan sebagainya). Atau manusia atap langit, yang bersuhu rata-rata 0°C sampai -40°C, yang hidup diantara tebing-tebing curam berlembah dalam; walau manusia atas langit berbadan lebar dengan paru-paru dan jantung besar, tetapi tidak mengurangi bahaya terlempar ke jurang; belum lagi jika gempa datang. Atau manusia-manusia kota besar, yang penuh gemerlap dan pintu dosa; yang jika terjerat, menyulitkan rohnya pulang ke Sorga Kekal. Apakah penempatan roh Anda tersebut takdir atau nasib?

3. Sadar Ilahi

Sang Bima yang perkasa suatu saat sadar ilahi. Dia melanglang buana mencari jati dirinya; dengan susah payah menemukan rohnya, disebut Sang Dewa Ruci. Bagaimana diri kita? Sadar memiliki roh dalam diri merupakan awal kesuksesan si manusia mengubah nasib buruknya. Langkah selanjutnya, sadar mencari dan bertaut kepada Sang Maha Pencipta, agar Dia peduli pada si manusia. Tatkala kita bertobat total dan bertaut kepada Tuhan dan berguna bagi Tuhan, siapapun kita akan digembalakan-Nya secara pribadi. Ya, sadar ilahi bukan soal profesi religi, tetapi ekspresi hati nurani menjadi terang dan garam bagi diri sendiri dan rekan-rekan manusia yang lain.

Ya, pertobatan total dan bertaut kepada Tuhan membuat roh si manusia bebas dan hidup. Si manusia akan lebih memperhatikan rohnya (diberi makan dan minum) agar rohnya tumbuh dan berbuah (beraktivitas ilahi). Hidup Anda akan terasa nikmat dan damai sejahtera karena mengutamakan kekekalan yang Anda miliki. Wouw!

4. Mengapa ayahku dia, ibuku beliau?

Pertanyaan yang unik ya? Takdirkah atau nasib? Jawabannya pun unik dan benar. Boleh jadi belum pernah Anda kira. Dengan menyadari jati diri ini, Anda dapat meraih kehidupan yang lebih indah, penuh rasa syukur dan tanggung-jawab.

5. Mengintip Ciptaan-Ciptaan Allah

Lihat buku kecil synobsis.

Tahukah Anda, bahwa panjang pembuluh darah Anda=2,5 kali keliling bumi? Bahwa, biji buah beringin yang sebesar titik dapat berubah menjadi pohon beringin yang beratnya berton-ton? Masih bermilyard keajaiban ciptaan-Nya yang mengagumkan. Ya, bagaimana umat manusia mengetahui keilahian dan kekuatan Sang Maha Pencipta yang adalah Allah Yang Maha Tinggi? Salah satunya melalui aneka ciptaan-Nya di muka bumi dan di jagad raya.

Sang Maha Sistem menciptakan aneka binatang untuk dipelajari perilakunya; menciptakan aneka pohon dan benda untuk dipelajari pengetahuan baik dan pengetahuan jahatnya; menciptakan aneka sistem untuk menumbuhkan kreativitas umat manusia dengan hukum sebab-akibatnya. Foto-foto berbagai binatang akan menemui Anda untuk mengagumi Sang Maha Pencipta. Foto-fotonya menjadi hidup dan bermakna tatkala kita memakai kacamata ilahi yang berdemensi tak terhingga.

6. Benarkah Manusia = Makhluk Tua-Tua

Khayalan atas pendapat penuliskah? No! But, berdasar Alkitab. Ya, Alkitab berisi Taurat & KPN (berintikan mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia; menuntun umat manusia kembali ke Sorga Kekal); logos (kata/kalimat batiniah yang menjelma dalam kata lahiriah); kebenaran-kebenaran ilahi (hasil dari tuntunan Roh Allah kepada roh manusia; menuntun umat manusia menyadari jati diri, memahami dan melakukan tuntunan ilahi Tuhan dan sebagainya). Penulis memakai kebenaran-kebenaran ilahi dalam mengungkap rahasia keilahian tentang manusia, tentang Allah dan sebagainya termasuk minteri nasib yang Anda baca!

Angkat topi pada sahabat-sahabat hamba Allah dan hamba Tuhan yang mempertanyakannya. Ya, tak satupun dari kita yang ingin tersesat dan disesatkan. Seluruh kebenaran ilahi tentang diri kita sejak di Sorga Kekal sampai turun ke Bumi penulis haturkan. Kita perlu menengok jati diri untuk melangkah ke depan sambil bergandengan tangan, bukan? Referensi utama terdapat dalam hati nurani Anda, bukan dalam akal/logika/pikiran, tetapi dalam hikmat ilahi dalam hati yang jernih yang didapat dengan penuh kerendahan hati. Amin.

7. Sangkaning Dumadi, Sejatining Ngaurip

Rahasia ilahi yang dapat mengubah nasib buruk manusia. Darimanakah sesungguhnya umat manusia berasal? Makhluk apakah Anda dan saya sebelum turun ke Bumi? Umur berapakah roh kita? Mengapa kita berani berada di tempat yang penuh kesusahan dan resiko ini? Bagaimana? Penulis menyampaikan seluruh jawabannya berdasarkan kebenaran ilahi yang Tuhan ajarkan. Sangat amat penting bagi roh kita! Mari berendah-hati memahami rahasia yang telah ada sebelum bumi dijadikan ini, agar Roh Allah menuntun roh kita! Ya, jika kita tahu persis siapa diri kita dan tujuan utama berada di Bumi, maka kita dapat fokus untuk menggapai sukses ilahi selama berada di Bumi.


Bab Dua: UNTUK APA BUMI & JAGAT RAYA DIBUAT?

Jika benar bumi dan alam raya diciptakan Allah, untuk apa dibuat? Demikian para ahli ilmu pengetahuan (yang tidak percaya adanya Allah) “memojokkan” orang-orang beragama. Kebenaran ilahi menjawabnya dengan jelas dan penulis menyajikannya buat pembaca terkasih. Bukan buat memenang-kan debat, tetapi terutama agar kita lebih dekat kepada-Nya. Secara singkat kebenarannya sebagai berikut: area alam raya dipilih Allah dan bumi diciptakan Allah khusus untuk Pendidikan dan Penggemblengan dan Seleksi calon anak-anak Allah (makhluk tua-tua yang berani turun ke Bumi untuk meraih cita-cita ilahinya menjadi anak Allah). Di Bumi makhluk tua-tua tersebut menjadi manusia. Penulis haturkan uraiannya, termasuk kapan manusia pertama menghuni Bumi. Silahkan simak!

1. Allah & Mega Proyek Ilahi-Nya

Mulailah kita memasuki kebenaran ilahi yang dalam, tentang Allah dan Mega Sistem Ilahi bagi makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Apa itu dan ada kaitan apa dengan manusia? Mega Proyek Ilahi di Sorga Kekal tersebut memang menyangkut makhluk manusia, yang menjadi obyek utama yakni merekrut Makhluk (ciptaan) Tua-Tua (sebutan roh manusia sewaktu di Sorga Kekal) yang bersedia naik tingkat menjadi makhluk anak Allah. Mereka yang berani mendaftar akan dididik-digembleng-diseleksi di Bumi. Mereka yang lulus seleksi akan ditempatkan di Sorga Kekal kelak, menjadi imam-imam dan pemimpin-pemimpin (raja-raja) mengelola makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya. Para imam-imam dan raja-raja tersebut bertugas menyampaikan kebenaran ilahi tentang Sang Maha Pencipta (tentang kemuliaan-Nya, kuasa-Nya, kasih-Nya dan aneka ke-Mahaan-Nya yang lain) kepada seluruh makhluk ciptaan Allah di Sorga Kekal, khususnya makhluk yang dinamis. Pengalaman anak-anak Allah saat berada di Bumi (aneka pengetahuan yang baik dan yang jahat, kreativitas serta aneka hukum) akan diajarkan kepada para makhluk yang bertriliun-triliun tersebut. Sstt, Anda dan saya sudah berani mendaftar, bahkan telah berani turun ke Bumi lho! Mari kita saling menopang untuk menggapai cita-cita kita menjadi anak Allah!

2. Sorga Kekal: tanah air ilahi manusia

Mari mengingat kembali Tanah air ilahi kita. Sekitar 12 triliun tahun bumi, makhluk tua-tua (roh-roh manusia) diciptakan; setelah penciptaan Lucifer, makhluk ciptaan yang maha indah. Bagaimana keadaan Sorga Kekal dulu, kini dan mendatang? Ada perubahaan apakah? Tatkala kita menengok kembali “desa” ilahi kelahiran kita, kita pasti rindu pulang kesana, dan berjuang keras agar membawa “oleh-oleh” dari Dikblengsel calon anak-anak Allah Bumi. Allah Sang Maha Esa dan Maha Sistem sedang menantikan calon raja-raja dan imam-imam makhluk ciptaan Allah mengisi managemen pemerintahan Allah Tritunggal di Sorga Kekal kelak. Termasuk menunggu Anda dan saya.

Polemik tentang Allah Tritunggal tak pernah habis. Penulis tak mau ikut ambil bagian, karena penulis ditugaskan Tuhan untuk menyampaikan kebenaran-Nya dari kacamata ilahi agar umat manusia mendapatkan manfaatnya dalam kehidupan kita selama di Bumi. Termasuk Anda dan saya. Kebenaran ilahi yang menguntungkan setiap roh manusia. Ya, Sang Maha Sistem dapat dilihat dari sistem-sistemnya yang Dia ciptakan di Bumi ini (dari mulai sistem syaraf manusia sampai pada sistem-sistem di alam raya). Allah Tritunggal merupakan “ciptaan” Allah atas Diri-Nya sebagai Sang Maha Sistem. Pengetahuan ilahi tentang Allah berada di luar akal/pikiran/panca indra manusia. Ketulusan dan kerendahan hati Anda merupakan awal kesudian Allah menginformasikan Diri; roh si manusia (akal budi) merupakan sarana memahami kebenaran-kebenaran tentang rahasia tentang Allah.

3. Bumi: Buat Apa Diciptakan?

Demikian pertanyaan para ilmuwan, seandainya Allah memang ada. Hanya kebenaran ilahi yang dapat menjawab; hanya roh-roh manusia yang mengerti; akal dan pikiran manusia yang manapun tak tahu karena tak menyaksikan penciptaannya, cuma mengira-ira dalam keterbatasannya.

Ya, roh Anda dan roh umat manusia yang lain pasti tahu; kalau tidak, tak akan mereka berada di Bumi yang penuh kesusahan besar (ada iblis dan anak buahnya yang banyaknya seperti pasir di laut, pembunuh roh-roh manusia), dan aneka kesusahan kecil (yang dapat membunuh tubuh alamiah manusia setiap saat). Di Bumi ada Firdaus dan ada Alam Maut, kelak ada kiamat dan penghakiman. Semua informasi ilahinya, penulis haturkan dalam bab ini. Silahkan pahami.

4. Sepintas: Neraka Kekal

Tempat tersebut demikian mengerikan bagi roh-roh manusia dan roh-roh makhluk ciptaan lainnya. Maka, cuma penulis sampaikan sekilas saja.

5. Mengenal Direktur Mega Proyek Ilahi anak-anak Allah, agar nasib buruknya musnah

Sesungguhnya setiap manusia mengenal Dia sejak di Sorga Kekal. Dialah Sang Anak Domba. Bagian dari Diri Allah yang bertugas menjadi Direktur Mega Proyek Ilahi anak-anak Allah di Dikblengsel Bumi. Siapa Dia dan bagaimana mengenal (dan dikenal)-Nya penulis haturkan selengkapnya dalam bagian ini. Untuk apa? Agar cita-cita ilahi kita menjadi anak Allah “mudah” tercapai dan nasib buruk kita di Bumi dibuang-Nya. Bagaimana cara “merayu”-nya agar Sang Anak Domba sudi menjawab dan memimpin kita? Juga penulis sampaikan! Berminat?

6. Oleh-oleh Manusia dari Bumi

Inginkah Anda pulang ke Tanah Air Sorga Kekal? So pasti! Andai berhasil pulang kelak, apa yang ingin Anda bawa pulang? Harta duniawi dan karier jasmani? Tak dapat dibawa sepotongpun! Bagaimana memperjuangkan sejak kini dan sejak dini agar dapat pulang membawa kekayaan sorgawi (harta ilahi, pertumbuhan sayap-sayap rohani, pangkat ilahi dan sebagainya)? Sudah banyakkah harta sorgawi Anda?

7. Siapa Bilang Yesus=Tuhan? (bonus)

Sebuah synobsis autobiography penulis yang sudah dibukukan dan sudah beredar. Dimuat sebagian yang terkait dengan buku “Misteri Nasib” ini. Semoga bermanfaat.

8. Apsintus, pembunuh roh-roh manusia & penyeret ke Neraka Kekal

Pembunuh roh-roh manusia dan penyeret ke Neraka Kekal. Racun tanpa warna dan tanpa baru dan sangat berbahaya ini beredar di seluruh muka bumi. Meresap tanpa sadar memasuki tubuh alamiah manusia, menyeret roh manusia ke dalam Kerajaan Maut dan Alam Maut, bahkan terpanggang di Neraka Kekal kelak. Racun yang paling beracun dari antara segala racun! Apakah itu?

Lucifer, bapa segala dusta mengerahkan anak buahnya yang banyaknya seperti pasir di laut untuk menebarkan apsintus dalam aneka bentuk dan warna yang kasat mata. Seperti apa dan bagaimana?

Boleh jadi Anda telah meminumnya dan mabuk kepayang, dan mulai gamang duniawi. Penulis menyajikan abc apsintus dan penawarnya. Silahkan pahami dan terapkan!

9. Kiat Mengubah Nasib Buruk

Tahukah Anda, nasib buruk ada 2 jenis? Nasib buruk tubuh rohaniah dan nasib buruk tubuh alamiah. Yang banyak dikenal orang karena mudah dilihat dan dirasakan ialah nasib buruk tubuh alamiah (sakit, perceraian, kemiskinan dan sebagainya). Padahal, ada yang lebih mengerikan yang tak terlihat, nasib buruk tubuh rohaniah (roh), antara lain rohnya dipenjara dalam Kerajaan Maut sehingga tak berdaya/mati, rohnya disiksa di Alam Maut dan sebagainya. Mengapa terjadi nasib buruk pada seseorang, siapa penyebabnya, kapan nasib buruk akan menimpa seseorang, apa penyebabnya dan bagaimana jalan keluarnya? Benarkah nasib buruk dapat diubah? Penulis sampaikan dalam artikel penting ini!